Finlandia Perintahkan Google Hentikan Pekerjaan di Dua Lokasi Data Center

Redaksi
Redaksi
Tim Redaksi
Rabu, 14 Okt 2026, 22.24 WIB
Finlandia Perintahkan Google Hentikan Pekerjaan di Dua Lokasi Data Center

Otoritas Finlandia memerintahkan anak usaha Google menghentikan pekerjaan persiapan di dua lokasi data center hingga penilaian dampak lingkungan (AMDAL) selesai. Perintah itu dikeluarkan pada Selasa, 6 Oktober 2026, oleh Finnish Licensing and Supervision Agency (LVV), dan menyasar Tuike Finland Oy, perusahaan yang mewakili Google di proyek tersebut.

Isi perintah

LVV meminta penghentian segera, dan paling lambat 23 Oktober 2026, atas semua tindakan persiapan yang berpotensi mengubah lingkungan secara signifikan di Muhos dan Kajaani. Tuike Finland harus memberikan penjelasan dan rencana kelanjutan paling lambat 14 Oktober.

Lembaga itu menyelidiki apakah ratusan hektare hutan dibuka tanpa AMDAL wajib. Laporan menyebut sekitar 330 hektare sudah dibuka di Muhos dan hampir 200 hektare di Kajaani. Pembukaan pohon disebut dimulai Maret, lalu disusul pekerjaan tanah dan infrastruktur. Media Finlandia juga melaporkan polisi memulai penyelidikan awal atas pekerjaan di lokasi Muhos.

Bagian dari investasi besar

Kedua lokasi merupakan bagian dari rencana investasi Google sebesar €13 miliar di Finlandia yang diumumkan resmi pada 9 September, disebut sebagai investasi tunggal terbesarnya di Eropa. Rencana itu mencakup data center baru di Muhos, Kajaani, dan Vaala, serta perluasan fasilitas di Hamina.

Tanggapan

Juru bicara Google menyatakan akan mempelajari temuan LVV dan mengikuti arahannya. Menurut CNBC, perusahaan juga mengakui belum memenuhi standar tinggi yang ditetapkannya sendiri, sambil menyatakan telah bertindak dengan itikad baik berdasarkan Undang-Undang Kehutanan. Google menyebut sedang memajukan rencana lanskap dan keanekaragaman hayati, termasuk penanaman pohon di 130 hektare di Muhos.

Menteri Lingkungan dan Iklim Finlandia Sari Multala menyatakan proyek Google kemungkinan tertunda karena persoalan penilaian lingkungan. Di sisi lain, pemimpin Partai Tengah Antti Kaikkonen mengingatkan bahwa Finlandia harus memastikan pasokan listrik dan kapasitas transmisi cukup bagi data center. Di tengah polemik ini, perusahaan infrastruktur AI asal Prancis, Sesterce, dilaporkan berencana menanam lebih dari €10 miliar untuk data center berkapasitas lebih dari 1 GW di Finlandia.

Pelajaran serupa di Indonesia

Kasus ini muncul hampir bersamaan dengan penghentian proyek data center BDx di Jatiluhur. Di dua negara berbeda, polanya mirip: investasi data center AI melaju cepat, lalu berhadapan dengan perizinan dan kekhawatiran lingkungan.

Sumber: AFP, Al Jazeera, Xinhua, Yle, CNBC (melalui AI Weekly), Forklog.

Tentang Penulis
Redaksi

Redaksi

Tim Redaksi

Bagian dari tim editorial Naratif Media yang berdedikasi menyajikan berita teknologi, sains, dan kabar daerah yang akurat dan berbobot.